Harga sapi yang semestinya Rp 6 Juta ternyata hanya dibelikan sapi seharga Rp 2,5 Juta.
lebih parah dari itu, sapi yang seharusnya dikembangkan untuk dapat menghasilkan Kompos, Dalam beberapa bulan dijual kembali oleh oknom ketua Poktan.
Baca Juga:Pemerintah Desa Waru Barat Mengucapkan "Selamat dan Sukses Untuk IAI-MU Panyeppen Pamekasan"
"Masyarakat hanya dikasih upah sekian ratus ribu oleh ketua Poktan, Hingga ahirnya program rumah kompos menjadi mangkrak," Jelas Khairul. (mp/liq/rus)