Pihaknya menyarankan, jika PT Garam tidak mampu mengelola ratusan hektar lahan tidur tersebut, alangkah baiknya di pihak kedua-kan saja.
"Iya kan eman-eman dari pada tidak dimanfaatkan sama sekali, mending cari mitra saja yang bisa mengelola lahan tidur itu," katanya pada sejumlah media, Selasa (15/8).
Baca Juga:Progres Penerbangan Perintis Sumenep-Banyuwangi PP Diharapakan Menjawab Masalah Jarak dan Waktu
Manfaat lainnya, kata dia lebih lanjut, bisa mengurangi angka pengangguran dan menambah pemasukan PT Garam.
"Dari pada lahan tidur tersebut tidak ada manfaat sama sekali, mending kan seperti itu, (di pihak kedua-kan, red)," ujar Syaifiddin.