Program ini sebelumnya tertunda akibat penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, seiring membaiknya kondisi, Pemkab segera merealisasikan rencana ini agar pasar kembali ramai dan perdagangan sapi berjalan lancar.
"Kami telah berkoordinasi dengan komunitas pedagang sapi, sekarang tinggal menentukan waktu yang tepat. Harapannya, setelah tiga kali pasaran dengan bantuan ini, pasar dapat kembali berjalan secara mandiri," tambahnya.
Baca Juga:KPU Sumenep Jadi Sarang Mafia, Rahbini Beri Keterangan Palsu Soal PAW PPS Nyata Omong Kosong
Melalui kebijakan ini, pihaknya optimistis pasar hewan di Dasuk dan Rubaru akan kembali aktif, memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para pedagang serta masyarakat sekitar.***