“Setiap tahunnya memang selalu langka,” keluhnya, pada awak media, Selasa (5/1).
Dari data yang dihimpun media ini, kedua petani tersebut memang mengaku jika tidak tergabung dalam Poktan. Namun, meski tidak tergabung dalam Poktan, keduanya berharap kebutuhan pupuknya juga bisa diakomodir.
Baca Juga:Dana Pemeliharaan Jalan Menyusut, Dinas PUTR Sumenep Fokuskan Perbaikan di Titik-Titik Vital
"Kami mau membeli, bukan mau minta," tegasnya.
Akan hal itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Arif Firmanto memaparkan, alokasi pupuk dari provinsi ke Kabupaten masih belum terealisasi.