“Hal ini diduga membuat tersangka merasa tertekan hingga akhirnya melakukan tindakan keji,” ujar Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya dalam rilis resminya.
Peristiwa bermula saat korban mendatangi tersangka untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Namun, pertemuan tersebut berujung cekcok.
Baca Juga:Kejari Bangkalan Banyak Tangani Kasus Narkotika di 2019,18 Kasus Libatkan Anak Dibawah Umur
Dalam perjalanan menuju rumah tersangka, di mana diduga korban dibujuk untuk menggugurkan kandungannya, perselisihan kembali memanas.
"Korban mengancam akan melaporkan tersangka ke polisi jika tidak mau bertanggung jawab. Ancaman ini membuat tersangka marah besar, hingga akhirnya ia membacok korban menggunakan celurit," ungkap Kapolres.