Menurut Ananta, keterbukaan komunikasi juga penting untuk menghindari munculnya informasi yang tidak utuh. Terlebih, aktivitas DPRD berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sehingga informasi mengenai agenda dan kinerja lembaga legislatif perlu disampaikan secara jelas.

Ia menyatakan siap menerima masukan maupun kritik yang disampaikan secara konstruktif.

“Kritik dan masukan tentu menjadi bagian penting bagi kami. Selama disampaikan dengan tujuan membangun, saya kira itu justru menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan dan komunikasi kami semakin baik,” tutur Ananta.

Sementara itu, wartawan media online Berita Satu, Didik Setia Budi, menyambut positif Forum bersama awak media dan LSM yang digelar Sekretariat DPRD Sumenep tersebut.

Didik menilai forum semacam ini penting karena dapat menjadi ruang dialog antara pejabat publik dengan insan pers. Komunikasi secara langsung dinilai dapat membantu wartawan memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum dituangkan dalam pemberitaan.

Didik yang juga pernah menjadi wartawan televisi NET TV itu mengatakan, hubungan media dengan lembaga pemerintahan idealnya dibangun melalui komunikasi yang terbuka, namun tetap berada dalam koridor profesional dan independensi jurnalistik.

“Kami tentu menyambut baik forum seperti ini. Bagi wartawan, komunikasi langsung dengan pejabat atau pihak terkait sangat penting untuk mendapatkan informasi yang akurat. Kalau komunikasinya terbuka, tentu akan memudahkan kami dalam menyajikan berita kepada masyarakat,” kata Didik.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara berimbang. Karena itu, akses komunikasi dengan narasumber menjadi salah satu bagian penting dalam proses jurnalistik.

“Kami di media tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara independen. Tetapi independensi bukan berarti tidak perlu komunikasi. Justru dengan komunikasi yang baik, informasi yang disampaikan kepada publik bisa lebih lengkap, berimbang dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda,” ujarnya.