“Terima kasih kepada seluruh wartawan yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Sampang. Alhamdulillah, sampai saat ini kita masih tetap kompak dan bisa bersama-sama berbagi kepada anak-anak yatim yang ada di Kecamatan Camplong,” katanya. 
 

Ada pesan khusus yang disampaikan Varis kepada anak-anak yatim yang hadir. Di tengah suasana peringatan ulang tahun organisasi, ia justru meminta doa dari mereka.

Ia berharap para wartawan PJS tidak hanya diberikan kesuksesan dalam menjalankan profesi, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. 
 

“Adik-adik, hari ini kakak-kakak wartawan sedang memperingati ulang tahun PJS yang kelima. Kakak-kakak yang hadir di sini ingin meminta doa dari adik-adik semua. Semoga kami menjadi orang-orang yang sukses dan selalu bisa memberikan manfaat kepada nusa dan bangsa,” tuturnya. 
 

Varis menegaskan, profesi wartawan tidak berhenti pada aktivitas mencari dan menyampaikan informasi. Sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, insan pers juga memiliki tanggung jawab moral untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. 
 

“Wartawan ini merupakan salah satu pilar penting demokrasi di Indonesia. Tugas kami bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga berusaha hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. 
 

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Satu per satu penerima santunan menerima bantuan yang disiapkan panitia.

Senyum yang muncul dari wajah para penerima menjadi penutup sederhana dari rangkaian kegiatan tersebut.

Lima tahun perjalanan PJS akhirnya tidak hanya ditandai dengan bertambahnya usia organisasi. Di Dusun Poteran, peringatan itu diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana: berbagi, menyapa dan hadir bersama masyarakat.