PAMEKASAN, MaduraPost - Belasan pemuda yang mengatasnamakan DPD Lira Bangkalan menggelar Aksi di depan Kantor Bea Cukai Madura yang berada di Jl.Panglima Sudirman No.2 Baru rambat Pamekasan. Selasa (08/09/26).

Aksi tersebut dikecam masyarakat Pamekasan karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan terkesan menyebar informasi bohong terkait industri rokok yang ada di Madura.

Dalam orasinya, mereka membawa beberapa sampel rokok yang diduga ilegal, Salah satunya rokok merk Marbol yang disebut milik H.Ismail.

Dalam tuntutannya, Mereka meminta Bea Cukai Madura untuk menghentikan peredaran Rokok Ilegal serta melakukan evalusi terhadap Kepala Bea Cukai Madura.

Massa aksi yang berjumlah belasan orang tersebut terlihat kesal karena tidak ditemui oleh Kepala dan Kasi Penindakan Bea Cukai Madura, sehingga mereka mengancam akan melakukan aksi demo yang berjilid jilid dan akan membanjiri Kabupaten Pameksan.

Menyikapi aksi tersebut, Jauhari selaku tokoh Masyarakat Kabupaten Pamekasan mengingatkan agar para peserta aksi tidak menyebar opini menyesatkan yang merugikan Masyarakat Madura.

"Mereka ini demo mengatasnamakan masyarakat, tapi masyarakat yang mana, justru orang orang ini hanya bikin gaduh Kabupaten Pamekasan," Kata Jauhari atau yang akrab disapa Bang Joe.

Menurut Jauhari, orasi yang disampaikan oleh peserta aksi hanya asumsi yang berpotensi membenturkan Masyarakat dengan para pengusaha rokok lokal yang ada di Madura.

"Jangan benturkan Masyarakat dengn Pengusah Rokok di Madura dengan melakukan Provokasi terhadap Bea Cukai Madura," Imbuhnya.

Bang Joe juga memberikan Apresiasi Kepala Kepala Bea Cukai Madura yang tidak menemui para peserta aksi, karena menurut Jauhari aksi tersebut tidak penting dan hanya bikin gaduh Kabupaten Pamekasan.