Dukungan pemerintah provinsi juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur melalui bantuan aspal bagi daerah.

Menurut Khofifah, pelaksanaan program pembangunan membutuhkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Pola kerja bersama dinilai semakin penting ketika masing-masing pemerintah harus menyesuaikan belanja dengan kebijakan efisiensi anggaran.

“Sekarang eranya urunan, sama-sama efisiensi. Kalau tenaga kerjanya kabupaten, maka Pemprov bagian support aspal,” katanya, Rabu (14/10) pagi.

Skema tersebut, menurut dia, memungkinkan pemerintah daerah tetap menjalankan pembangunan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Selain pelayanan publik, pemilihan Pantai Slopeng sebagai lokasi kegiatan juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan wawasan kemaritiman kepada generasi muda.

Khofifah mengapresiasi keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan agenda sosial tersebut. Ia menilai kerja sama lintas sektor dapat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat dunia maritim.

“Support dari TNI Angkatan Laut luar biasa. Kita menyelenggarakannya di Pantai Slopeng, maka pendekatan kemaritiman menjadi penting untuk dikenalkan kepada anak-anak kita,” ujar Khofifah.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada tim dokter dari Surabaya dan Sumenep yang memberikan pelayanan kesehatan. Apresiasi juga disampaikan kepada dokter gigi, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), serta seluruh unsur yang ikut menyukseskan kegiatan.

Rangkaian Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Sumenep tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.