SUMENEP, MaduraPost - Kemampuan guru beradaptasi dengan perubahan zaman menjadi salah satu pekerjaan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah kepulauan.
Di Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi perhatian melalui program GEMILANG yang diinisiasi SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI).
Program bertajuk Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru tersebut dilaksanakan melalui seminar pendidikan dan pelatihan kompetensi dengan melibatkan Dinas Pendidikan serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.
Alih-alih hanya membahas teori pembelajaran, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong guru mengembangkan pendekatan mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Tantangannya, penerapan inovasi pendidikan di kawasan kepulauan harus mempertimbangkan kondisi geografis, ketersediaan sarana, dan akses terhadap teknologi.
Vice President Kangean Energy Indonesia, Iman Santoso, mengatakan pendidikan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik.
“Kami ikut merasakan, bahwa melalui pendidikan, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman, serta menggugah motivasi untuk selalu inovatif dan kreatif dalam dunia pendidikan di kepulauan,” ujar Iman Santoso, Sabtu (17/10).
Menurutnya, kondisi wilayah kepulauan menuntut pendidik untuk terus mencari cara agar proses belajar tetap berkembang. Keterbatasan geografis, akses sumber pengetahuan, serta perubahan teknologi membutuhkan kemampuan adaptasi dan kerja sama berbagai pihak.
Melalui GEMILANG, SKK Migas-KEI berharap para guru mendapatkan ruang untuk memperluas wawasan sekaligus merumuskan pendekatan pembelajaran yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing.
“Kami berharap acara ini dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan memperkuat kapasitas para pendidik. Lebih dari itu, semoga kegiatan ini melahirkan pemikiran dan langkah nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di wilayah kepulauan,” katanya.