"Tapi kalau pelatihannya ini nggak jelas, kan eman juga anggaran besar itu," katanya.
"Saya kira program Santri Interprenuer ini kurang pas," sambungnya.
Baca Juga:18 Kasus Covid-19 di Sumenep, 1 Orang Meninggal Berstatus PDP, 1 Orang Lagi Dirawat di RSI Kalianget
Seharusnya, kata Masdawi, jika program Santri Interprenuer ini sudah memiliki produksi, harus jelas letak dan lokasinya di mana.
"Pastinya kita angkat. Kemudian, setelah hasil kerajinan ini selesai, di mana tempat produksi atau UMKM.nya?," tanya Masdawi bingung.