Namun, korban baru menceritakan peristiwa pahit itu setelah dibujuk dan dipaksa oleh pihak keluarga lantaran sering menangis dan murung.
"Selanjutnya, karena pelapor tidak terima lalu melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sumenep," kata Iptu Abu Mahdura menerangkan.
Baca Juga:DKPP Sumenep Luncurkan Aplikasi PETA-NI, Bantu Petani Kelola Infrastruktur Pertanian Secara Digital
Diberitakan sebelumnya, kejadian pemerkosaan itu berawal saat S dipanggil oleh salah satu tetangganya diminta agar menjaga anaknya yang masih kecil.
Sewaktu si tetangga itu berangkat salat tarawih, S hanya tinggal berdua dengan bayi yang dijaganya.