Dwi mengatakan, rumah RTLH rusak tersebut, dulu tidak dibangun total atau seluruhnya. Akan tetapi hanya untuk memperbaiki tembok rumah, bukan atap rumah.
“Mungkin ada kayu rapuh dimakan rayap, namun kami upayakan tahun depan (Ariyanto) mendapat bantuan lagi (alasannya karena hidup sebatang kara)," ungkap dia.
Baca Juga:Safari Dakwah, Syekh Mohammad Ali Al Deep Asal Mesir Datangi Ponpes Al-Mukarromah Pasean Pamekasan
Dari itu, Dwi menyebut kendala penerima bantuan adalah kadang memasrahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk direnovasi total, tanpa menyediakan dana pribadi.
"Sehingga rumah tidak bisa dibangun maksimal," ujarnya.***