SUMENEP, MaduraPost - Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumenep, Ananta Yuniarto, membuka ruang komunikasi dengan awak media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melalui Forum bersama awak media dan LSM yang digelar di Aula Sekretariat DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Forum tersebut menjadi momentum bagi Ananta untuk menyapa sekaligus memperkenalkan diri kepada para jurnalis dan pegiat LSM setelah dirinya dipercaya menempati jabatan sebagai Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Sumenep.
Ananta menggantikan Hasan Basri setelah adanya rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Juli 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai itu diikuti sejumlah awak media dan perwakilan LSM. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara Sekretariat DPRD dengan insan pers dan organisasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ananta menegaskan pentingnya menjaga hubungan komunikasi dengan media dan LSM. Menurutnya, kedua elemen tersebut memiliki peran strategis dalam mengawal sekaligus menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
“Saya bersyukur bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan teman-teman media dan LSM. Bagi saya, komunikasi seperti ini sangat penting karena kita memiliki peran masing-masing untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ujar Ananta, Senin siang di Sumenep.
Ia mengaku masih membutuhkan proses adaptasi setelah mendapat amanah baru tersebut. Karena itu, forum bersama media dan LSM dinilai penting untuk membangun hubungan kerja yang lebih baik sejak awal.
Ananta berharap komunikasi yang terjalin tidak hanya berlangsung dalam forum tersebut. Ia ingin hubungan dengan awak media dan LSM dapat terus berjalan secara terbuka dan profesional.
“Saya juga masih belajar dan menyesuaikan diri dengan tugas yang baru. Karena itu, saya berharap teman-teman semua bisa menjadi bagian dari komunikasi yang baik ini. Kalau ada sesuatu yang perlu dikomunikasikan, mari kita bicarakan bersama,” katanya.
Menurut Ananta, keterbukaan komunikasi juga penting untuk menghindari munculnya informasi yang tidak utuh. Terlebih, aktivitas DPRD berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sehingga informasi mengenai agenda dan kinerja lembaga legislatif perlu disampaikan secara jelas.
Ia menyatakan siap menerima masukan maupun kritik yang disampaikan secara konstruktif.
“Kritik dan masukan tentu menjadi bagian penting bagi kami. Selama disampaikan dengan tujuan membangun, saya kira itu justru menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan dan komunikasi kami semakin baik,” tutur Ananta.
Sementara itu, wartawan media online Berita Satu, Didik Setia Budi, menyambut positif Forum bersama awak media dan LSM yang digelar Sekretariat DPRD Sumenep tersebut.
Didik menilai forum semacam ini penting karena dapat menjadi ruang dialog antara pejabat publik dengan insan pers. Komunikasi secara langsung dinilai dapat membantu wartawan memperoleh informasi yang lebih jelas sebelum dituangkan dalam pemberitaan.
Didik yang juga pernah menjadi wartawan televisi NET TV itu mengatakan, hubungan media dengan lembaga pemerintahan idealnya dibangun melalui komunikasi yang terbuka, namun tetap berada dalam koridor profesional dan independensi jurnalistik.
“Kami tentu menyambut baik forum seperti ini. Bagi wartawan, komunikasi langsung dengan pejabat atau pihak terkait sangat penting untuk mendapatkan informasi yang akurat. Kalau komunikasinya terbuka, tentu akan memudahkan kami dalam menyajikan berita kepada masyarakat,” kata Didik.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara berimbang. Karena itu, akses komunikasi dengan narasumber menjadi salah satu bagian penting dalam proses jurnalistik.
“Kami di media tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara independen. Tetapi independensi bukan berarti tidak perlu komunikasi. Justru dengan komunikasi yang baik, informasi yang disampaikan kepada publik bisa lebih lengkap, berimbang dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda,” ujarnya.
Didik berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong agar komunikasi antara Sekretariat DPRD, media dan LSM terus dibangun melalui berbagai kegiatan maupun ruang diskusi lainnya.
“Mudah-mudahan forum ini menjadi awal yang baik. Bukan hanya hari ini, tetapi komunikasi antara Sekretariat DPRD dengan media dan LSM bisa terus berjalan. Dengan begitu, informasi mengenai kegiatan dan kinerja DPRD dapat diketahui masyarakat dengan lebih baik,” katanya.
Forum bersama awak media dan LSM tersebut sekaligus menjadi langkah awal Ananta Yuniarto dalam membangun komunikasi di lingkungan kerja barunya.
Dengan adanya ruang dialog secara langsung, hubungan antara Sekretariat DPRD Sumenep, awak media dan LSM diharapkan semakin konstruktif.
Komunikasi yang terbuka juga diharapkan mampu memperkuat penyampaian informasi publik serta mendukung terciptanya pemberitaan yang akurat, berimbang dan bertanggung jawab.***