Ada rasa kehilangan yang datang diam-diam. Bukan karena seorang pejabat meninggalkan sebuah jabatan. Jabatan memang memiliki waktunya sendiri. Datang dan pergi adalah bagian dari perjalanan seorang profesional.

Yang terasa berbeda adalah ketika seseorang yang selama ini kita kenal sebagai rekan kerja, kemudian tumbuh menjadi sahabat, tiba-tiba harus melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Saya kemudian menyadari satu hal sederhana: ternyata kita sering tidak tahu kapan sebuah pertemuan akan menjadi pertemuan terakhir.

Hari itu kami makan bersama. Kami berbincang. Kami tertawa. Dan tanpa saya sadari, saya sedang menyimpan satu pertemuan terakhir bersama seorang sahabat yang selama setahun terakhir menjadi bagian dari cerita saya di Sumenep.

Foto ini pun menjadi foto terakhir kami bersama. Bukan foto yang dibuat untuk mengabadikan perpisahan. Tidak ada persiapan khusus. Tidak ada kalimat, "Ini foto terakhir kita."

Ia hanya sebuah foto sederhana setelah makan. Namun, setelah tahu bahwa Bambang harus pindah tugas, foto itu memiliki cerita yang berbeda.

Kelak, mungkin ketika melihatnya kembali, saya tidak akan terlalu mengingat apa yang ada di atas meja makan. Saya mungkin lebih ingat percakapan panjang kami pagi menjelang siang itu.

Saya juga akan mengingat kalimat pendek yang sempat membuat saya tertegun:

"Saya mohon pamit, Mas."