Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kebudayaan memiliki posisi penting dalam membentuk identitas sebuah daerah.

“Kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Fauzi.

Kesempatan tampil di Mandalika sekaligus memberi keuntungan lain bagi Sumenep. Para penonton yang sebelumnya mungkin tidak mengenal tongtong dapat melihat langsung salah satu bentuk kesenian yang tumbuh dari tradisi Madura.

Dari Sumenep, musik itu akan dibawa ke Lombok. Dari ruang budaya lokal, tongtong mendapat kesempatan hadir di tengah parade pebalap kelas dunia.

Pada akhirnya, yang dibawa Tongtong Angin Ribut ke Mandalika bukan hanya pertunjukan. Ada cerita tentang Madura, tradisi yang terus bertahan, dan upaya memperkenalkan identitas lokal melalui sebuah panggung yang berbeda.***