Sikap tersebut membuat sejumlah pertanyaan mendasar terkait pelayanan pasien di RS BHC Sumenep masih menggantung. Publik belum memperoleh penjelasan mengenai tindakan petugas yang dipersoalkan keluarga, sedangkan dugaan kelalaian yang beredar di media sosial juga belum dapat dipastikan kebenarannya.

Keluarga Pertanyakan Penanganan Pasien

Persoalan ini mencuat setelah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik beredar luas melalui akun TikTok @patah.tpi.kuat (SaAeLau).

Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai keluarga pasien terlibat adu argumen dengan seorang perawat berseragam biru dan mengenakan kerudung abu-abu. Pria itu meminta penjelasan mengenai penanganan medis terhadap anggota keluarganya.

Ia mempertanyakan kondisi pasien yang disebut mengalami muntah-muntah ketika infus dimatikan. Keluarga juga mempersoalkan tindakan perawat yang disebut meninggalkan pasien dalam keadaan tersebut.

“Mbak dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lali mbak tinggalkan?” tanya pria tersebut dalam rekaman.

Pria itu kemudian kembali mendesak perawat memberikan penjelasan atas tindakan yang dipersoalkan.

“Pasien dalam keadaan muntah, mbak tinggalkan? maksud mbak gimana jadi perawat. Ayo jawab,” lanjutnya.

Dalam video yang sama, perawat menjelaskan urutan pemberian obat kepada pasien. Ia menyebut obat untuk mengatasi muntah diberikan lebih dahulu, sedangkan obat pereda nyeri perut dimasukkan setelahnya.