“Kita coba mulai dari satu komoditas dulu, sebagai uji coba sistem,” tambahnya.
Berbeda dari metode lelang tradisional yang mengharuskan tatap muka, Silangtani menawarkan proses jual beli yang sepenuhnya dilakukan secara digital.
Baca Juga:Pemkab Sumenep Kejar Penyelesaian Asesmen Korban Gempa Sapudi dan Siapkan Strategi Rehab Rumah
Para petani cukup mengunggah hasil panennya ke dalam sistem melalui perwakilan yang disebut sebagai “titik kumpul”.
Sementara itu, para pedagang besar bisa langsung mengikuti proses lelang dan mengajukan penawaran harga terbaik secara online.