Tak hanya keraton, panitia juga membawa ikon lain ke dalam jalur pertunjukan. Di sekitar Masjid Jamik, misalnya, tiga personel musik tong-tong akan tampil sebagai pengiring.

Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai daerah di Indonesia semakin memperkuat nuansa kebudayaan dalam penyelenggaraan MEC 2026.

Hariri berharap, momentum tersebut ikut membangun kebanggaan masyarakat Sumenep terhadap warisan sejarah yang mereka miliki.

"Kamu berharap pasca penyelenggaraan ini, kita sebagai warga Sumenep yang mempunyai keraton semakin bangga dan perhatian Pemerintah Jawa Timur hingga pemerintah Indonesia pusat untuk Sumenep semakin meningkat," pungkasnya.***