Menurut Ainul, tantangan terhadap generasi muda tidak hanya datang dari persoalan domestik. Arus globalisasi membawa budaya, persaingan dan pengaruh dari luar yang ikut membentuk kehidupan masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, generasi muda dituntut tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memilah informasi dan menjaga orientasi kebangsaan.
Sosialisasi yang diinisiasi MH Said Abdullah itu kemudian berlangsung dalam format diskusi. Pemuda dan mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan serta pandangan mengenai persoalan yang mereka hadapi di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Dua tenaga ahli MH Said Abdullah, Moh. Fauzi dan Slamet Hidayat, turut mendampingi kegiatan tersebut.
Forum itu pada akhirnya tidak hanya membicarakan empat konsep kebangsaan. Pesan yang mengemuka justru lebih luas, negara membutuhkan keterlibatan seluruh warga, sementara generasi muda memiliki ruang untuk bersuara, berbeda dan berkontribusi dengan tetap memahami tanggung jawab di balik setiap hak.***