JAKARTA, MaduraPost -  Hubungan antara DPR RI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai perlu terus dibangun melalui komunikasi yang terbuka.

Anggota Komisi III DPR RI, Slamet Ariyadi, menilai hubungan antarlembaga tersebut penting untuk memastikan kerja-kerja penegakan hukum tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pandangan itu disampaikan Slamet setelah melakukan silaturahmi dengan Kapolri pada Sabtu (3/10/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih konstruktif antara parlemen dan kepolisian.

Bagi Slamet, komunikasi bukan sekadar bagian dari hubungan kelembagaan. Sebagai mitra kerja Polri di bidang penegakan hukum, Komisi III DPR RI membutuhkan ruang komunikasi yang sehat agar berbagai persoalan di lapangan dapat dibicarakan secara terbuka.

“Silaturahmi ini menjadi bagian penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi. Kami berharap hubungan yang baik antara DPR dan Polri dapat terus terjaga dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Slamet, Senin (5/10).

Ia mengatakan, kerja sama DPR dan Polri pada akhirnya harus memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, komunikasi antara kedua institusi perlu diarahkan pada pembahasan berbagai kebutuhan publik, termasuk persoalan keamanan dan kualitas pelayanan kepolisian.

Slamet juga menyoroti pentingnya membangun wajah kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, profesionalitas aparat harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Dalam pandangannya, hubungan DPR dan Polri tidak harus selalu berlangsung melalui agenda formal. Komunikasi informal dan silaturahmi juga dapat menjadi ruang untuk menjaga hubungan kerja sekaligus membangun pemahaman bersama terhadap berbagai persoalan penegakan hukum.