Menurut sumber tersebut, persoalan ini semestinya menjadi bahan evaluasi agar kegiatan organisasi benar-benar memperkuat rasa kebersamaan.
“Pengukuhan ini mestinya menjadi momentum menyatukan kader. Jangan sampai ada kesan bahwa penghargaan terhadap undangan dibedakan berdasarkan kategori. Kalau ingin membangun partai yang kuat, rasa memiliki dan kebersamaan harus dijaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa target politik yang besar perlu diimbangi dengan penguatan soliditas internal. Terlebih, kepengurusan baru PKB Sumenep telah memasang target peningkatan perolehan kursi di DPRD.
Dalam wawancara tersebut, Ersyad menegaskan bahwa politik PKB harus diarahkan untuk kemaslahatan umat dan pembangunan daerah. Ia juga menempatkan moral serta nilai kebangsaan sebagai landasan perjuangan partainya.
“Bangsa dibangun tanpa moral tidak bisa. Jadi, kita membangun bangsa salah satunya melalui PKB,” katanya.
Di bidang legislatif, Ersyad meminta Fraksi PKB di DPRD Sumenep mampu membaca kebutuhan masyarakat dan mengawal kebijakan pembangunan.
Menurut dia, fraksi merupakan salah satu ujung tombak partai dalam memperjuangkan kepentingan publik melalui jalur kebijakan.
“Fraksi harus cerdas melihat kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Maka, kita selalu menyampaikan kepada fraksi sebagai ujung tombak melahirkan kebijakan,” tuturnya.
Ersyad menyatakan PKB Sumenep membidik minimal 15 kursi DPRD pada pemilu mendatang. Ia bahkan berharap perolehan tersebut dapat melampaui target yang telah ditetapkan.