“Target 50 persen minimal. Berarti kalau 50 persen, kita naik sampai 15 kursi. Tapi kita tetap berusaha untuk di atasnya,” ujarnya.

Mengenai peluang mengusung calon kepala daerah pada kontestasi mendatang, Kamalil mengatakan partainya masih mencermati kondisi politik di Sumenep. Ia mengakui terdapat sejumlah kader potensial, tetapi belum menentukan nama yang secara khusus dipersiapkan.

“Belum. Tapi yang jelas, potensi orang-orang PKB banyak sebetulnya. Asalkan diseleksi dengan baik, kan banyak untuk bisa memimpin Kabupaten Sumenep,” katanya.

Ersyad juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Menurutnya, masyarakat kepulauan harus memperoleh perhatian yang setara sebagai bagian dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Sumenep tidak boleh ada dikotomi antara daratan dan kepulauan. Kepulauan itu adalah bagian dari Kabupaten Sumenep yang harus dibangun untuk menciptakan kesejahteraan lahir batin,” tegasnya.

Di tengah target peningkatan kursi legislatif dan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat, keluhan mengenai fasilitas konsumsi dalam pengukuhan menjadi catatan bagi kepengurusan baru.

Penguatan partai tidak hanya ditentukan oleh target politik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kebersamaan dan menghargai seluruh undangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari panitia pengukuhan DPC PKB Sumenep mengenai perbedaan fasilitas konsumsi antara tamu VIP dan undangan non-VIP.***