SUMENEP, MaduraPost - Sepekan setelah Moh. Firman Ramadhani meninggal dunia di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, pertanyaan mengenai penanganan medis pasien BPJS tersebut belum memperoleh jawaban tuntas.
Di tengah penantian keluarga, upaya konfirmasi sejumlah wartawan kembali menemui jalan buntu setelah manajemen rumah sakit disebut sedang berada di Surabaya untuk memenuhi panggilan MH Said Abdullah.
Firman, yang juga dikenal dengan nama Deni, masuk ke BHC Sumenep pada Senin, 12 Oktober 2026, untuk menjalani pengobatan karena sakit lambung. Sehari berselang, Selasa, 13 Oktober 2026, ia meninggal dunia.
Belum tersampaikannya hasil investigasi internal rumah sakit kepada publik membuat sejumlah pertanyaan mengenai pelayanan yang diterima Firman masih menggantung.
Persoalan itu semakin menjadi sorotan setelah awak media kembali mendatangi rumah sakit pada Senin (19/10/2026) pagi untuk meminta keterangan langsung dari manajemen.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Petugas keamanan BHC Sumenep, Moh. Fauroq, menanyakan keperluan kedatangan para jurnalis sebelum berupaya menghubungi pihak internal rumah sakit.
“Apakah sudah ada janjian, kami akan mencoba menghubungi Ibu Sandra,” katanya, sembari kembali masuk ke ruang lobi rumah sakit, Senin (19/10).
Sekitar lima menit kemudian, Fauroq kembali menemui awak media. Ia menyampaikan bahwa jajaran manajemen BHC Sumenep sedang berada di luar kota setelah dipanggil MH Said Abdullah ke Surabaya.
“Pihak manajemen dipanggil Buya Said, sudah berangkat, berikut jajarannya baru saja berangkat,” ujarnya.