“Saya nanti akan mengumpulkan dua kepala desa, Batang-Batang Daya dan laok, untuk berkomunikasi lebih lanjut soal temuan itu,” ujarnya.
Bahkan secepat mungkin akan dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) agar ikut andil dalam melakukan penelitian, guna mengungkap fakta dibalik temuan itu.
Baca Juga:Dinas Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan BK, Tekankan Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa
"Jika penemuan makam ini terkategori sebagai cagar budaya, akan segera membetuk tim penjaga situs dan akan minta Disparbudpora Sumenep untuk memfasilitasi agar dijadikan destinasi wisata,” tukasnya. (Mp/al/lam)