Sebagai contoh, ia menyebutkan, bahwa di desa A, kemiskinan tertinggi disebabkan oleh kurangnya akses terhadap air bersih.
“Informasi ini memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran secara tepat untuk pembangunan infrastruktur yang diperlukan,” kata Arif dalam keterangannya belum lama ini, Selasa (6/8).
Baca Juga:Semangat Hari Jadi ke-755, Bappeda Sumenep Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Namun, Arif menekankan, bahwa keberhasilan platform ini tidak hanya bergantung pada teknologi semata.
Kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan juga sangat penting.