Bagaimana mungkin sebuah lembaga perbankan sebesar BTN bisa melakukan kesalahan mendasar seperti lupa menginput data wawancara?
Apakah tidak ada mekanisme verifikasi berlapis yang bisa mencegah kesalahan ini?
Baca Juga:Mengenal Marul: Bos MaduraPost, Jurnalis Multitalenta yang Lingkungan Panggil 'Pak Dokter'
Kesalahan seperti ini tidak hanya merugikan mitra pengembang seperti Wirya, tetapi juga mengganggu kepercayaan konsumen terhadap bank.
Dalam kasus Dewi Yuni Fajariah, calon debitur harus menanggung beban psikologis dan finansial akibat penolakan kredit yang sebenarnya tidak perlu terjadi.