“Data sudah kami lengkapi sejak awal, tapi tetap diminta perbaiki lagi. Sementara bantuan belum ada yang turun,” kata Mariani.
Ia menegaskan, belum satu pun warga di Prambanan yang menerima distribusi logistik.
Baca Juga:UNIBA Madura Gelar SOeCI 2025, Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Awal untuk Mahasiswa Baru
“Saya minta para kepala dusun tetap melapor bila warganya mulai menerima bantuan, tapi hingga kini belum ada laporan sama sekali,” tambahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat, kerusakan di Prambanan cukup masif. Setidaknya ada 130 rumah rusak ringan, 133 rusak sedang, 101 rusak berat, dan 10 rusak sangat berat.