"Gimana Kontraktor tidak nakal dalam merealisasikan proyeknya kalau Pemkab mengajarkan yang tidak baik seperti itu," tukasnya, Selasa (16/3/2021).
Apa lagi, ujar Abdus Marhaen Salam, realisasi proyek dari dana PEN tahun 2020 itu hampir semua hasilnya amburadul dan dikeluhkan banyak pihak.
Baca Juga:Masa Kerja Selama 2 Bulan, Pantarlih di Pamekasan jadi Ujung Tombak Pemutakhiran Daftar Pemilih
"Sebab, hampir semua realisasi hotmix di Pemekasan itu hasil sudah kocar-kacir, artinya hampir semua realisasi proyek hotmix yang sumber dananya dari dana PEN itu realisasinya terindikasi asal-asalan sehingga jauh dari harapan masyarakat, karena yang jelas belum beberapa bulan selesai dikerjakan sudah rusak," ujarnya.