Fitriyah sangat menyesalkan peristiwa pemukulan itu. Seharusnya kata dia, selaku tenaga pendidik guru bisa lebih mengontrol emosinya.
"Kalau putri saya salah tidak apa-apa dihukum, tapi bukan dipukuli karena ini kan sekolah buat tempat pendidikan. Saya sebagai orang tua tidak pernah memukul seperti itu," katanya.
Baca Juga:Cinta Dua Nasab Pesantren, Pernikahan Ning Alvi & Mas Aik Penuh Khidmat di Bira Timur Sampang
Fitriyah menyerahkan sepenuhnya kasus pemukulan ini kepada polisi. "Biarkanlah proses hukum berjalan, sebagai orang tua, saya tidak terima anak saya dipukul," tegasnya.