Dalam beberapa tutur, Dempo Awang digambarkan sebagai tokoh yang ingin merebut Sumenep, menciptakan konflik dengan Raja Sumenep Joko Tole.
Cerita rakyat mengisahkan pertempuran epik, dimana Joko Tole mengendarai kuda terbang dan Dempo Awang dengan kapalnya, menggambarkan pertarungan antara dua kekuatan besar.
Baca Juga:Beredar Foto, Pasien Positif Covid-19 di RSUD Waru Pamekasan Diduga Dibiarkan Bebas Berkeliaran
Menariknya, di pinggiran Desa Dempo terdapat Gunung Kapal di Desa Lebeng Barat, Pasongsongan.
Gunung ini bukan hanya formasi alam biasa, melainkan diyakini sebagai saksi bisu pertempuran antara Dempo Awang dan Joko Tole.