SUMENEP, MaduraPost - Lambannya kepastian penanganan kasus kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani, pasien berusia 22 tahun yang juga seorang santri, akhirnya mendapat respons dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Fauzi memastikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan turun langsung ke RS Baghraf Health Care (BHC) untuk mengecek persoalan yang menyertai kematian Dani.
“Hari ini Dinkes P2KB Sumenep dipastikan akan bergerak, saya pastikan itu untuk mengecek ke RS BHC apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Fauzi, Kamis (22/10) pagi.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah belum tuntasnya pertanyaan keluarga mengenai penanganan medis yang diterima Dani sebelum meninggal dunia pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Sebelumnya, keluarga mempertanyakan kondisi Dani yang disebut mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung sebelum dinyatakan meninggal dunia. Keluarga juga meminta kejelasan mengenai tindakan medis yang diberikan selama almarhum menjalani perawatan.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan pemerintah daerah terhadap pelayanan rumah sakit telah berjalan.
Terlebih, kematian Dani menjadi perhatian publik ketika keluarga masih membutuhkan penjelasan atas peristiwa tersebut.
Kepastian dari Bupati Fauzi agar Dinkes P2KB Sumenep bergerak kini menjadi ujian bagi dinas terkait. Masyarakat menunggu realisasi pengecekan tersebut, bukan sekadar pernyataan bahwa pemeriksaan akan dilakukan.
Sebab, dalam persoalan yang menyangkut keselamatan pasien, kecepatan merespons menjadi penting agar pertanyaan keluarga tidak terus berlarut-larut.