FEATURE, MaduraPost - Kamis, 22 Oktober 2026, menjadi hari istimewa bagi MH Said Abdullah. Politikus PDI Perjuangan yang menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI itu genap berusia 64 tahun.

Namun, di Sumenep, Madura, Jawa Timur, ada persoalan yang masih menunggu jawaban dari manajemen Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC), kematian pasien BPJS, Moh. Firman Ramadhani alias Dani.

Dani, pemuda berusia 22 tahun asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS BHC pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kepergiannya menyisakan sejumlah pertanyaan dari keluarga mengenai penanganan medis yang diterimanya.

Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, upaya awak media meminta penjelasan langsung dari Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, maupun Manager Humas dan Marketing, Sandra Rahestri, belum membuahkan hasil.

Situasi ini membuat momentum ulang tahun Said tak bisa dilepaskan dari pertanyaan mengenai keterbukaan dan tanggung jawab pengelolaan pelayanan kesehatan di Sumenep.

Said selama ini diketahui memiliki keterkaitan dengan RS BHC. Dalam pemberitaan sebelumnya, manajemen rumah sakit tersebut bahkan disebut sedang berada di Surabaya pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah dipanggil Said.

Informasi itu disampaikan petugas keamanan rumah sakit ketika awak media mendatangi BHC untuk meminta konfirmasi mengenai kematian Dani.

Namun, hingga kunjungan berikutnya, penjelasan langsung dari pimpinan rumah sakit belum juga diperoleh. Keluarga Dani sebelumnya mempertanyakan kondisi almarhum sebelum meninggal dunia.