SUMENEP, MaduraPost - Ketika Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah turun langsung ke RS Baghraf Health Care (BHC), langkah investigasi dari Dinas Kesehatan P2KB justru belum terlaksana.

Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, pemeriksaan oleh tim Dinkes masih sebatas rencana yang disebut akan dilakukan pada pekan berikutnya.

Kepastian waktu tersebut belum sepenuhnya jelas. Moh. Nur Insan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep, menyampaikan bahwa Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, berencana membentuk tim investigasi dengan melibatkan sejumlah bidang dan personel terkait. Namun, ia belum dapat memastikan apakah tim tersebut sudah terbentuk.

“Tapi informasi selentingan, saya mendengar bahwa Dinkes Sumenep akan mengeksekusi Minggu depan,” kata Nur Insan, Kamis (22/10) siang  saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia juga menyebut kunjungan ke RS BHC direncanakan berlangsung pekan depan, meski jadwalnya belum pasti.

“Rencana kunjungan ke RS BHC itu Minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja Minggu depan. Tapi setahu saya Insyaallah Minggu depan,” ujarnya.

Dengan demikian, pada saat DPRD Sumenep telah melakukan sidak, investigasi Dinkes P2KB masih menunggu realisasi pada pekan berikutnya.

Belum ada kepastian mengenai tanggal pelaksanaan maupun hasil pemeriksaan yang dapat disampaikan kepada publik.

MaduraPost telah berupaya meminta keterangan langsung kepada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah.

Namun, hingga Kamis siang, ia belum berhasil dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa kepala dinas sedang berada di luar kota.

Situasi ini menempatkan Dinkes P2KB Sumenep pada tuntutan untuk memberikan kepastian. Sebab, ketika kematian pasien BPJS di RS BHC telah menjadi perhatian publik dan DPRD Sumenep sudah turun ke lapangan, masyarakat masih harus menunggu pelaksanaan pemeriksaan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis di bidang kesehatan.

Pertanyaannya bukan hanya kapan tim investigasi dibentuk, melainkan kapan pemeriksaan benar-benar dilakukan, apa saja yang akan ditelaah, dan bagaimana hasilnya disampaikan secara transparan.

Selama jadwalnya belum pasti dan pemeriksaan belum terlaksana, publik belum memiliki kejelasan mengenai tindak lanjut dari Dinkes P2KB Sumenep atas kasus tersebut.***