SUMENEP, MaduraPost - Lebih dari sepekan setelah Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22), meninggal dunia di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat belum memastikan kapan tim evaluasi akan mendatangi rumah sakit tersebut.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Elliya Fardasah, mengaku belum bertemu dengan pihak RS BHC. Sementara itu, rencana kunjungan tim evaluasi yang disebutnya masih dalam pembahasan internal belum memiliki jadwal pasti.

Pernyataan tersebut disampaikan Elliya saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa (20/10) sore.

“Sebentar, saya belum bisa berkomentar soal itu ya, mohon maaf. Saya harus memastikan dulu sama teman-teman,” ujarnya, saat dikonfirmasi dari Sumenep, Selasa (20/10).

Elliya kemudian menjelaskan bahwa dirinya belum melakukan pertemuan dengan pihak rumah sakit yang menjadi tempat Firman mendapatkan penanganan medis sebelum meninggal dunia.

“Hingga sekarang saya belum bertemu dengan pihak RS BHC Sumenep,” katanya.

Ia menyebut Dinkes P2KB Sumenep memiliki tim evaluasi yang direncanakan melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut. Namun, rencana itu masih belum terealisasi.

“Jadi di Dinkes P2KB Sumenep itu ada tim evaluasi, nah ini masih direncakan berkunjung ke RS BHC,” tutur Elliya.

Ia kembali menegaskan bahwa tim dari dinas kesehatan masih berencana mendatangi RS BHC Sumenep, Madura, Jawa Timur.