“Jagalah akhlak, muliakanlah orang tua, sayangilah sesama,” ujar Fauzi dalam sambutannya.

Pesan ketiga berkaitan dengan penguatan kemandirian dan kewirausahaan. Fauzi mendorong para santri agar berani mengembangkan kreativitas, menciptakan peluang, serta meningkatkan kemampuan ekonomi sehingga mampu berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Ia juga mengajak lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi santri.

Menurutnya, dukungan bersama diperlukan agar santri memperoleh kesempatan untuk berkembang, berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Apel Hari Santri tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, serta perwakilan Polresta, Kodim 0827, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, DPRD, Rutan Kelas IIB, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sumenep.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri yang menambah semangat kebangsaan para peserta apel.

Melalui peringatan Hari Santri 2026, pemerintah daerah berharap para santri semakin siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan nasional, dengan tetap berpegang pada nilai keagamaan, akhlak, serta semangat kemandirian.***