SUMENEP, MaduraPost - Janji Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, membentuk tim evaluasi untuk menindaklanjuti kasus kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22) di RS Baghraf Health Care (BHC) belum juga terealisasi.
Memasuki pekan ketiga sejak pasien BPJS tersebut meninggal dunia, Jumat (30/10/2026), belum ada kepastian mengenai pembentukan tim maupun waktu pelaksanaan evaluasi terhadap rumah sakit tersebut.
Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan mengungkapkan, bahwa Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, dalam dua hari terakhir berada di Jakarta untuk menghadiri kegiatan kementerian. Ia disebut berangkat bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) dinas setempat.
"Bu Kadis dua hari kemarin ada di Jakarta menghadiri acara kementerian. Itu ke sana bersama Kabid Kesmas kalau tidak salah," kata Insan, saat diwawancara melalui telepon, Jumat (30/10) pagi.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti agenda yang diikuti atasannya. Namun, menurut informasi yang diterimanya, kegiatan tersebut berkaitan dengan laboratorium.
Insan juga mengaku sempat menanyakan perkembangan rencana pembentukan tim evaluasi kepada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah.
Dari komunikasi itu, ia menangkap adanya kemungkinan pelaksanaan tugas tersebut dilimpahkan kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes P2KB Sumenep.
"Saya sempat tanya via telepon ke beliau, 'Bu rencana pembentukan tim itu apakah sudah selesai? Atau apakah ibu sudah menugaskan siapa untuk datang ke RS BHC Sumenep?' Sepertinya beliau melimpahkan ke Kabid Yankes," ujarnya.
Menurut Insan, bidang tersebut memiliki kewenangan yang membawahi pelayanan puskesmas dan rumah sakit. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah penugasan terhadap tim evaluasi sudah ditetapkan secara resmi.