SUMENEP, MaduraPost - Tanda tanya besar masih menyelimuti kasus meninggalnya Dani, pasien BPJS berusia 22 tahun yang meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Di tengah upaya mencari penjelasan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep ikut-ikutan bungkam dan belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan jurnalis MaduraPost.
Ketua IDI Cabang Sumenep, dr. Rifmi Utami, sebelumnya meminta wartawan mengirimkan pertanyaan melalui WhatsApp pada Senin (26/10/2026) pagi. Namun, setelah permintaan itu dipenuhi, jawaban yang diharapkan belum juga datang hingga Selasa, 27 Oktober 2026.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan, mengapa organisasi profesi dokter itu belum berani bersuara mengenai kasus yang menyangkut pelayanan kesehatan di RS BHC Sumenep?
Upaya konfirmasi dilakukan jurnalis MaduraPost sejak Senin pagi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rifmi menyampaikan dirinya tengah mengikuti rapat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.
“Mohon maaf, belum bisa. Sy masih di forum rapat,” tulis Rifmi melalui pesan, Senin (26/10).
Ia kemudian mempersilakan wartawan menyampaikan pertanyaan melalui WhatsApp.
“Monggo disampaikan via wa, Mas 🙏🙏,” lanjutnya.
Wartawan mengikuti arahan tersebut untuk meminta pandangan IDI terkait insiden yang menimpa Dani. Konfirmasi kepada organisasi profesi itu dinilai penting untuk memperoleh perspektif medis dan profesional mengenai persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.