Pada saat bersamaan, sebuah pesan dalam grup WhatsApp memuat pengalaman positif keluarga pasien yang mengaku puas dengan pelayanan RS BHC Sumenep setelah ibunya dirawat selama sembilan hari.
Pengirim pesan menyebut kondisi ibunya membaik dan telah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan kontrol rutin. Ia juga memuji fasilitas serta keramahan petugas rumah sakit.
Pesan itu turut memuat saran agar pihak rumah sakit memberikan pemberitahuan saat memasuki waktu salat lima waktu, mengingat penunggu pasien di ruang tunggu berpendingin udara terkadang tidak mengetahui waktu salat telah tiba.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pandangan positif yang beredar di tengah perbincangan mengenai RS BHC Sumenep.
Namun, testimoni pelayanan pasien lain tidak serta-merta menjawab persoalan khusus yang dipertanyakan keluarga Dani.
Kasus ini masih membutuhkan penjelasan yang objektif mengenai penanganan medis pasien, disertai hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penghapusan video maupun munculnya berbagai opini di media sosial juga tidak dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi intervensi atau konspirasi.
MaduraPost masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak keluarga yang berjanji akan bertemu dengan awak media dan memberikan pengakuan jujur.
Sementara, hingga berita ini diterbitkan, manajemen RS BHC Sumenep dan instansi terkait untuk memperjelas perkembangan kasus ini masih bungkam.***