"Nggak kayaknya, gagal kayaknya. Saya nggak tahu sih, cuma saya dengar dari salah satu familinya yang wafat itu kebetulan teman saya, ternyata semalam dihubungi, nggak katanya," ujar Muhri.
Muhri membenarkan bahwa informasi mengenai rencana pelaporan keluarga korban memang berasal dari komunikasi tersebut.
"Iya, informasinya dari famili korban rencana mau laporan resmi ke DPRD. Saya kan hanya menawarkan saja, 'kalau belum ada kejelasan kenapa tidak datang?' saya sampaikan begitu ke famili korban," jelasnya.
Ia menduga, tidak terealisasinya rencana pengaduan itu kemungkinan berkaitan dengan adanya perkembangan komunikasi antara keluarga dan pihak rumah sakit.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan keluarga tidak datang ke DPRD.
"Tapi, mungkin ya, semalam sudah ada kejelasan, saya nggak tahu juga, makanya tidak datang laporan," katanya.
Muhri kemudian mengakhiri wawancara karena mengaku sedang berada di rumah sakit.
"Mohon maaf ya, saya kebetulan ada di rumah sakit," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, dan Manajer Humas dan Marketing, Sandra Rahestri, belum memberikan tanggapan.