SUMENEP, MaduraPost - Sejarah Keraton Sumenep, tak hanya menyimpan kisah tentang kekuasaan dan pergantian kepemimpinan.
Di dalamnya terdapat warisan pengetahuan, adab, dan keteladanan yang dinilai penting untuk dikenalkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah dasar.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta atau Gus Hadi, saat menjadi pembina upacara di SDN Pangarangan 1, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Menariknya, upacara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep itu dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Seluruh rangkaian kegiatan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar dan diiringi musik gamelan.
Kehadiran Gus Hadi juga memiliki makna tersendiri. Ia merupakan alumni sekolah tersebut yang kini kembali ke almamaternya untuk berbagi wawasan mengenai sejarah, adat, dan kebudayaan Sumenep.
Dalam amanatnya, Gus Hadi mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui kemampuan akademis. Pembentukan karakter, pengenalan tradisi, serta pemahaman terhadap kearifan lokal juga harus menjadi bagian dari proses belajar anak-anak.
Ia menilai, kompetensi akademis siswa telah mendapatkan pendampingan dari para guru. Namun, penanaman nilai budaya dan peninggalan leluhur membutuhkan perhatian agar generasi muda tidak kehilangan akar identitasnya.
Gus Hadi juga menggarisbawahi pentingnya menempatkan adab sebelum ilmu. Baginya, kecerdasan seseorang perlu berjalan beriringan dengan etika dalam berinteraksi dengan lingkungan.
"Saya berharap siswa-siswi SDN Pangarangan 1 lebih mengedepankan adab dan etika, baik kepada teman sebaya, orang tua, guru, maupun masyarakat. Hal itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk tetangga," pesannya, Sabtu (31/10).