Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, juga berencana mendorong penggunaan bahasa daerah di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, penerapannya tetap mempertimbangkan latar belakang pejabat yang tidak seluruhnya berasal dari Madura.
Di sisi lain, Bupati menekankan bahwa bertambahnya usia Kabupaten Sumenep harus beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja sesuai harapan masyarakat, terutama dalam memenuhi target pembangunan yang telah disepakati bersama DPRD dan dituangkan dalam visi-misi kepala daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ada banyak target, ya seperti IPM, pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan,” ungkapnya.
Fauzi secara khusus menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), termasuk memastikan tidak ada lagi anak di Sumenep yang terpaksa berhenti sekolah karena persoalan ekonomi.
Menurutnya, angka lama sekolah menjadi salah satu komponen penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pendidikan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Contoh, SD sudah berhenti karena persoalan ekonomi. Ini yang kita harapkan ke depan tidak ada lagi yang seperti itu,” tegasnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam pembangunan Sumenep ke depan. Fauzi berharap masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan mudah diakses, termasuk melalui fasilitas pengobatan gratis.
“Karena kesehatan komponennya ada di IPM, angka lama hidup. Jadi misalnya masyarakat dapat layanan kesehatan secara gratis, itu paling penting,” jelasnya.