Jawaban itu belum menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah monitoring yang dimaksud berkaitan langsung dengan kematian Dani atau merupakan kegiatan pengawasan berkala terhadap seluruh rumah sakit.

Sementara itu, penelusuran wartawan terhadap perkembangan rencana investigasi tersebut justru memperlihatkan belum adanya kejelasan di internal Dinkes P2KB Sumenep.

Pada Jumat (30/10/2026), Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, menyampaikan bahwa Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, sebelumnya telah merencanakan pembentukan tim evaluasi untuk RS BHC.

Akan tetapi, hingga konfirmasi dilakukan, belum ada kepastian mengenai struktur tim, surat keputusan pembentukan, maupun jadwal pemeriksaan langsung ke rumah sakit tersebut.

Insan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan pertanyaan wartawan kepada Elliya sejak 22 Oktober 2026. Namun, penjelasan definitif mengenai tindak lanjut rencana evaluasi itu belum diperoleh.

Di sisi lain, upaya wartawan meminta keterangan kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Anny Nur Farizah, juga belum menghasilkan penjelasan substantif.

Melalui pesan WhatsApp, Anny justru mengarahkan wartawan untuk menghubungi Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah.

"Mohon ijin pak, ke Bu kadis nggeh pak," demikian jawabannya, Jumat (30/10/2026).

Adapun Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi wartawan. Kondisi tersebut membuat kepastian mengenai realisasi tim evaluasi maupun investigasi terhadap RS BHC masih belum terungkap.