SUMENEP, MaduraPost - Pernyataan Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, yang mengaku khawatir dimarahi Said Abdullah memantik kritik dari aktivis sekaligus praktisi hukum, Zamrud Khan.

Zamrud mempertanyakan alasan Zainal menunjukkan sikap sungkan kepada tokoh politik tersebut, terlebih ketika persoalan yang dibicarakan menyangkut kematian santri Moh. Firman Ramadhani alias Dani di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC).

Menurut Zamrud, posisi Ketua DPRD semestinya membuat Zainal lebih leluasa menyuarakan kepentingan masyarakat. Bukan sebaliknya, justru terkesan berhitung ketika harus bersikap terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

"Ya itu, apa masalahnya? Kenapa harus takut dimarahi Pak Said?," kata Zamrud Khan dalam keterangan resminya, Selasa (3/11).

Ia menilai, persoalan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi DPRD Sumenep untuk mengambil peran lebih jauh. Salah satunya dengan menyampaikan langsung kepada Said Abdullah mengenai persoalan yang berkembang di RS BHC.

Bahkan, Zamrud berpandangan, DPRD Sumenep bisa mengusulkan pergantian direktur rumah sakit apabila kepemimpinannya dianggap tidak menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

"Kan harusnya DPRD itu justru membuat surat dan menyampaikan kepada Pak Said agar Direktur Rumah Sakit BHC segera diganti karena tidak memiliki kepedulian kepada masyarakat," ujarnya.

Zamrud juga mengaitkan sikap DPRD dengan belum tuntasnya persoalan keterbukaan informasi dari manajemen RS BHC Sumenep.

Menurutnya, keluarga Dani masih membutuhkan penjelasan yang terang mengenai peristiwa yang berujung pada meninggalnya pasien tersebut.