Mulyadi juga menjelaskan bahwa pemanggilan resmi terhadap RS BHC dan Dinkes P2KB Sumenep belum dilaksanakan pada Senin ini.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep masih berada di luar kota hingga Jumat sehingga agenda tersebut belum dapat dilakukan sebagaimana direncanakan.
Meski DPRD Sumenep masih memberikan waktu kepada dinas untuk bekerja, komitmen yang telah disampaikan kedua pihak tetap menjadi hal yang harus ditindaklanjuti. Terlebih, persoalan ini menyangkut kematian seorang pasien dan pertanyaan keluarga mengenai penanganan selama perawatan.
MaduraPost membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi manajemen RS BHC Sumenep maupun Dinkes P2KB setempat.
Keterangan resmi kedua pihak diperlukan agar perkembangan kasus ini dapat diketahui secara utuh dan diberitakan secara berimbang.***