Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan mengatakan, keberadaan Agen BRILink menjadi salah satu upaya BRI memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Menurut dia, layanan tersebut tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perbankan.
“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Sumenep” ungkapnya.
Ali menilai model bisnis berbasis kemitraan tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam ekosistem keuangan digital.
Agen tidak hanya bertindak sebagai penyedia layanan transaksi, tetapi juga menjadi penghubung antara lembaga perbankan dan warga di tingkat lokal.
Donny menegaskan, melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa.
Kisah Fauzi menunjukkan bahwa peluang membangun kesejahteraan tidak selalu mengharuskan seseorang meninggalkan kampung halaman.
Dengan membaca kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan kemitraan, usaha sederhana di pelosok kepulauan dapat berkembang menjadi layanan yang berarti bagi warga sekaligus menopang ekonomi keluarga.***