SUMENEP, MaduraPost - Pulang dari perantauan tak membuat Fauzi berhenti mengejar kehidupan yang lebih baik. Warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, itu justru menemukan peluang usaha di kampung halamannya dengan menjadi Agen BRILink.
Berbekal pengalaman merantau ke Malaysia pada 2018-2020, Fauzi mulai merintis usaha tersebut setelah kembali ke Kangean pada 2020.
Ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi perbankan yang mudah dijangkau, terutama karena kondisi geografis kepulauan membuat perjalanan ke kantor bank membutuhkan waktu dan tenaga.
Menurut pengamatannya, sebagian besar warga setempat merupakan nasabah BRI. Kondisi itu mendorongnya menghadirkan layanan transaksi keuangan lebih dekat dengan permukiman warga.
"Saya melihat hampir 100% penduduk di sini adalah nasabah BRI yang membutuhkan layanan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk layanan perbankan. Saya pun memberanikan diri menjadi BRILink Agen pada tahun 2020," ungkap Fauzi, Rabu (28/10) malam.
Keputusan tersebut perlahan membuahkan hasil. Kios sederhana yang dikelolanya kini menjadi tempat warga memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan. Setiap hari, Fauzi melayani rata-rata 50 hingga 60 transaksi dari masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Layanan yang tersedia meliputi tarik tunai, transfer ke sesama rekening BRI maupun antarbank, serta pembayaran berbagai tagihan. Ia membuka layanan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk bertransaksi.
Kehadiran kios tersebut turut membantu pelaku UMKM, pedagang, pegawai, pelajar, hingga warga lanjut usia. Mereka tidak lagi harus selalu bepergian jauh hanya untuk melakukan transaksi sederhana.
Namun, bagi Fauzi, keberhasilan usaha itu tidak semata-mata diukur dari banyaknya transaksi atau pendapatan yang diperoleh. Kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnisnya.
Ia pernah mengalami kejadian yang menguji ketelitian sekaligus kejujuran dalam bertransaksi. Saat itu, Fauzi tidak sengaja menyerahkan uang lebih sebesar Rp10 juta kepada seorang nasabah.
Di tengah potensi kerugian yang besar, nasabah tersebut justru kembali untuk mengembalikan uang yang diterimanya secara berlebih. Fauzi mengaku bersyukur karena uang tersebut kembali tanpa harus melalui proses penelusuran yang panjang.
"Alhamdulillah nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu uang saya terbayar lebih," kenangnya.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa hubungan baik dengan pelanggan merupakan modal penting untuk mempertahankan usaha di tengah masyarakat.
Dari usaha yang dirintis di kampung halaman, Fauzi kini merasakan perubahan dalam kehidupan keluarganya. Penghasilan dari layanan transaksi keuangan dinilai telah mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan harapan bagi masa depan keluarga.
Dengan demikian, ia tidak lagi harus menggantungkan harapan pada pekerjaan di luar negeri. Peluang ekonomi yang sebelumnya ia cari melalui perantauan justru berhasil dibangun dari lingkungan tempat ia dibesarkan.
Perjalanan usaha Fauzi juga mendapat dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), mulai dari program branding tempat usaha hingga pendampingan bagi agen.
Ia turut merasakan kemudahan ketika harus melakukan transaksi langsung di kantor cabang, termasuk pelayanan teller yang memprioritaskan agen.
Ke depan, Fauzi berharap cakupan layanan BRILink semakin berkembang. Ia ingin masyarakat di pulau tersebut dapat membayar berbagai kewajiban, termasuk pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) wilayah Jawa Timur, tanpa perlu menghadapi kendala jarak.
Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan mengatakan, keberadaan Agen BRILink menjadi salah satu upaya BRI memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Menurut dia, layanan tersebut tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perbankan.
“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif yang tersebar di berbagai lokasi. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau dan mudah diakses bagi semua masyarakat wilayah Sumenep” ungkapnya.
Ali menilai model bisnis berbasis kemitraan tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam ekosistem keuangan digital.
Agen tidak hanya bertindak sebagai penyedia layanan transaksi, tetapi juga menjadi penghubung antara lembaga perbankan dan warga di tingkat lokal.
Donny menegaskan, melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa.
Kisah Fauzi menunjukkan bahwa peluang membangun kesejahteraan tidak selalu mengharuskan seseorang meninggalkan kampung halaman.
Dengan membaca kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan kemitraan, usaha sederhana di pelosok kepulauan dapat berkembang menjadi layanan yang berarti bagi warga sekaligus menopang ekonomi keluarga.***