SUMENEP, MaduraPost - Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperingati hari jadinya yang ke-757 pada Sabtu (31/10/2026). Momentum yang diperingati setiap 31 Oktober itu menjadi pengingat perjalanan panjang daerah sekaligus harapan agar pembangunan ke depan semakin baik di berbagai sektor.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut, angka 757 bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang lebih tua dibandingkan kabupaten lain di Madura.
Menurutnya, usia tersebut harus menjadi pijakan untuk terus mendorong kemajuan daerah, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, pertumbuhan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami, angka 757 adalah angka tua. Jadi memang Sumenep ini lebih tua dari kabupaten lainnya yang ada di Madura. Saya rasa dengan umur 757 tahun, harapannya ke depan Sumenep semakin baik dalam segala aspek,” kata Fauzi usai menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep di Gedung DPRD, Sabtu siang.
Ia menegaskan, tagline yang diusung dalam peringatan hari jadi merupakan cerminan keyakinan sekaligus doa agar Sumenep terus bergerak menuju masa depan yang lebih maju dan sukses.
“Tagline itu mendasari keyakinan kita bahwa ke depan semakin maju dan semakin sukses. Maka insyaallah masyarakat yang ada di Kabupaten Sumenep ini punya harapan yang sama,” ujarnya.
Fauzi menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya menjaga identitas lokal di tengah perkembangan zaman. Salah satunya melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang Bahasa Daerah yang diharapkan mampu memperkuat pelestarian Bahasa Madura.
Ia tidak ingin generasi muda Sumenep hanya menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tetapi kehilangan kemampuan menggunakan bahasa daerahnya sendiri.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Harus ada sesuatu yang berimbang, tentunya dengan melestarikan Bahasa Madura,” tuturnya.
Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, juga berencana mendorong penggunaan bahasa daerah di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, penerapannya tetap mempertimbangkan latar belakang pejabat yang tidak seluruhnya berasal dari Madura.
Di sisi lain, Bupati menekankan bahwa bertambahnya usia Kabupaten Sumenep harus beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja sesuai harapan masyarakat, terutama dalam memenuhi target pembangunan yang telah disepakati bersama DPRD dan dituangkan dalam visi-misi kepala daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ada banyak target, ya seperti IPM, pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan,” ungkapnya.
Fauzi secara khusus menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), termasuk memastikan tidak ada lagi anak di Sumenep yang terpaksa berhenti sekolah karena persoalan ekonomi.
Menurutnya, angka lama sekolah menjadi salah satu komponen penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pendidikan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Contoh, SD sudah berhenti karena persoalan ekonomi. Ini yang kita harapkan ke depan tidak ada lagi yang seperti itu,” tegasnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam pembangunan Sumenep ke depan. Fauzi berharap masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan mudah diakses, termasuk melalui fasilitas pengobatan gratis.
“Karena kesehatan komponennya ada di IPM, angka lama hidup. Jadi misalnya masyarakat dapat layanan kesehatan secara gratis, itu paling penting,” jelasnya.
Terkait enam penghargaan yang baru-baru ini diraih Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fauzi menilai capaian tersebut menjadi salah satu landasan untuk melihat hasil kinerja pemerintah daerah.
Ia berharap berbagai penghargaan itu tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.
Dengan usia 757 tahun, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan kemajuan yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya tercermin dalam angka dan penghargaan, melainkan juga melalui pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang tumbuh, serta layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau.***