MH Said Abdullah merupakan politikus senior PDI Perjuangan yang telah berkali-kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Madura. Ia juga dipercaya memimpin Badan Anggaran DPR RI.

Di lingkungan politik Madura, Said bukan figur yang asing. Pengaruh dan rekam jejak politiknya membuat namanya kerap menjadi bagian dari pembicaraan publik, terutama ketika menyangkut kepentingan politik dan persoalan di daerah.

Said juga memiliki keterkaitan dengan RS BHC Sumenep. Namanya sebelumnya muncul dalam pemberitaan setelah manajemen rumah sakit disebut berada di Surabaya untuk memenuhi agenda bersama dirinya pada Senin, 19 Oktober 2026.

Karena itu, ketika Zainal menyebut takut dimarahi Said saat ditanya mengenai RS BHC, ungkapan tersebut menjadi menarik untuk dicermati.

Terlebih, Zainal sendiri merupakan politikus PDI Perjuangan yang menduduki posisi Ketua DPRD Sumenep.

Tetapi, satu kalimat itu tentu belum cukup untuk menyimpulkan adanya intervensi, instruksi, ataupun hubungan komando antara kedua politikus tersebut. Tidak ada keterangan yang membuktikan Said pernah meminta Zainal menghentikan pembahasan kasus Dani.

Yang bisa dicatat adalah Zainal secara terbuka menghubungkan pertanyaan wartawan mengenai persoalan rumah sakit dengan kemungkinan dirinya dimarahi Said Abdullah.

Ada hal lain yang membuat pernyataan Zainal semakin menarik untuk ditelusuri.

Pada saat ia menyebut keluarga Dani telah memaafkan dan berdamai dengan RS BHC, pihak keluarga justru memiliki keterangan berbeda.